Month: May 2025

  • AI dan Robotika dalam Industri Otomotif: Dari Pabrik ke Produk

    AI dan Robotika dalam Industri Otomotif: Dari Pabrik ke Produk

    Di balik kemewahan desain sebuah mobil dan kecanggihan fitur-fiturnya, ada jaringan teknologi cerdas yang bekerja tanpa henti—tak hanya di kendaraan itu sendiri, tetapi juga di lini produksinya. Industri otomotif kini tak bisa dipisahkan dari kehadiran Artificial Intelligence (AI) dan robotika. Dari proses manufaktur presisi tinggi hingga pengembangan kendaraan otonom yang bisa mengemudi sendiri, AI dan robot bukan lagi tambahan, tapi komponen utama.

    Di pabrik-pabrik modern seperti milik BMW, Ford, atau Toyota, jalur produksi telah dipenuhi oleh robot kolaboratif (cobots) yang bekerja berdampingan dengan manusia. Mereka merakit komponen, melakukan inspeksi kualitas dengan kamera berbasis AI, hingga mengatur logistik secara otomatis. Dengan kecerdasan buatan, sistem ini tidak hanya menjalankan perintah, tapi juga belajar dari proses sebelumnya—mengoptimalkan waktu kerja, meminimalkan kesalahan, dan merespons anomali secara mandiri. Dalam satu jalur perakitan, efisiensi bisa meningkat hingga 25% hanya karena sistem mampu memperkirakan hambatan sebelum terjadi.

    Kecerdasan buatan juga memainkan peran besar dalam pengembangan produk. Proses desain kendaraan kini dibantu oleh AI yang menganalisis data pengguna, tren pasar, hingga umpan balik pengemudi untuk menghasilkan model yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen. Di sisi lain, simulasi berbasis machine learning membantu produsen menguji keamanan, efisiensi bahan bakar, dan dinamika berkendara—semuanya dilakukan di ruang virtual sebelum kendaraan benar-benar dirakit.

    Puncaknya adalah penerapan AI dan robotika pada produk itu sendiri: kendaraan. Mobil bukan lagi sekadar mesin transportasi, tapi sistem otonom yang mampu mengenali lingkungan, memproses keputusan secara real-time, dan bahkan berkomunikasi dengan kendaraan atau infrastruktur lain. Tesla menjadi contoh paling populer, tetapi pabrikan seperti Mercedes-Benz, Audi, dan Nissan juga telah mengintegrasikan sistem semi-otonom berbasis AI pada lini kendaraan mereka.

    Studi kasus yang menarik datang dari pabrik General Motors yang memanfaatkan AI untuk predictive maintenance. Dengan sensor dan algoritma prediktif, GM mampu mengurangi downtime mesin hingga 40% karena kerusakan bisa diprediksi dan dicegah sebelum benar-benar terjadi. Di sisi lain, startup seperti Nuro telah menghadirkan kendaraan tanpa pengemudi khusus pengantaran yang sepenuhnya digerakkan oleh robotika dan machine learning, membawa konsep mobil pintar keluar dari pabrik ke jalan raya dengan aman dan legal.

    Namun, transformasi ini tak luput dari tantangan. Isu keamanan siber menjadi prioritas, terutama ketika kendaraan terhubung ke jaringan internet. Selain itu, perubahan ini memerlukan tenaga kerja yang melek digital dan mampu beradaptasi dengan peran baru dalam ekosistem pabrik pintar. Justru di sinilah kolaborasi antara manusia dan mesin menemukan bentuk terbaiknya: bukan sebagai pengganti, tapi sebagai mitra yang saling mengisi.

    AI dan robotika bukan hanya merombak bagaimana mobil dibuat, tapi juga bagaimana mobil hidup dalam keseharian kita. Mereka menghadirkan efisiensi, ketepatan, dan kecerdasan yang belum pernah ada sebelumnya. Dari lantai pabrik hingga dashboard kendaraan, teknologi ini menghadirkan era baru otomotif yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih pintar.


    Referensi Ilmiah
    1. Vaidya, S., Ambad, P., & Bhosle, S. (2018). Industry 4.0 – A Glimpse. Procedia Manufacturing.
    2. Dai, H. N., et al. (2019). Artificial Intelligence for the Internet of Vehicles: A Survey. IEEE Access.
    3. Ivanov, D., & Dolgui, A. (2020). A digital supply chain twin for managing the disruption risks and resilience in the era of Industry 4.0. Production Planning & Control.
    4. Wang, Y., et al. (2020). Smart manufacturing and intelligent manufacturing: A comparative review. Engineering Science and Technology.
    5. Thoben, K. D., Wiesner, S., & Wuest, T. (2017). “Industrie 4.0” and smart manufacturing–A review of research issues and application examples. International Journal of Automation Technology.
  • Integrasi Robotika dan EV: Saat Mobil Jadi Robot Cerdas di Jalanan

    Integrasi Robotika dan EV: Saat Mobil Jadi Robot Cerdas di Jalanan

    Bayangkan sebuah dunia di mana mobil tak hanya membawamu ke tempat tujuan, tapi juga memikirkan keselamatanmu, menghindari kemacetan, dan memutarkan lagu favoritmu sesuai mood. Mobil itu mengemudi sendiri, memperhitungkan setiap belokan, membaca rambu, dan memperbarui kemampuannya tiap malam. Itu bukan fiksi ilmiah—itu adalah realitas baru berkat perpaduan antara kendaraan listrik (EV) dan robotika.

    Perkembangan kendaraan listrik telah membuka jalan bagi sebuah perubahan mendasar dalam desain otomotif. Karena EV mengandalkan sistem digital dan elektronik alih-alih mesin pembakaran internal, arsitektur ini menjadi kanvas sempurna untuk integrasi robotika. Semua perangkat lunak, sensor, dan kecerdasan buatan yang sebelumnya dianggap mewah, kini bisa terpasang sebagai standar baru mobilitas modern.

    Ketika Mobil Tak Lagi Sekadar Mesin

    Robotika memungkinkan kendaraan melakukan lebih dari sekadar mengemudi. Ia melihat melalui kamera, mendengar melalui sensor radar, memahami melalui chip pemroses AI, dan mengambil keputusan melalui algoritma canggih. Mobil tidak hanya merekam dunia, tapi juga memahami dan meresponsnya.

    Salah satu pionir besar dalam integrasi ini adalah Tesla, yang menggunakan kombinasi kamera dan neural network untuk memungkinkan fitur Autopilot dan Full Self-Driving (FSD). Di Cina, Baidu Apollo sudah mengoperasikan robotaxi secara komersial tanpa pengemudi di beberapa kota. Sementara di AS, Waymo dan Cruise melakukan hal serupa, dengan sistem otonom level tinggi yang mengandalkan robotika real-time.

    Otak di Atas Empat Roda

    Dalam kendaraan otonom, robotika bukan hanya alat bantu—ia adalah sistem kendali utama. Sistem perception (melihat dan memahami kondisi sekitar), localization (memahami posisi kendaraan), path planning (menentukan rute terbaik), dan control (mengatur kecepatan dan arah), semuanya dijalankan oleh mesin berpikir internal.

    Teknologi ini membuat EV tidak hanya menjadi “smart car”, tetapi sebuah robot beroda yang berpikir mandiri. Bahkan kemampuan mobil untuk mengenali wajah, merespons suara, dan menyarankan tempat parkir terbaik—semuanya adalah hasil kerja integrasi robotika secara menyeluruh.


    Hyundai IONIQ 5 Robotaxi

    Hyundai melalui kerja sama dengan Motional telah meluncurkan IONIQ 5 Robotaxi, kendaraan EV otonom yang sepenuhnya dikendalikan oleh sistem robotika tingkat lanjut. Dengan lebih dari 30 sensor (termasuk lidar, radar, dan kamera) dan pemrosesan data berbasis AI, kendaraan ini mampu mengemudi sendiri dengan presisi tinggi, bahkan dalam kondisi lalu lintas kompleks di perkotaan.

    Tantangan Menuju Jalanan Otonom

    Meski perkembangan ini mengagumkan, ada pertanyaan besar yang belum terjawab seluruhnya: bagaimana kendaraan ini bertindak saat berada dalam dilema etis? Apakah ia akan memilih menyelamatkan penumpang atau pejalan kaki dalam situasi darurat? Belum lagi isu keamanan siber—karena mobil yang terhubung ke internet berpotensi diretas.

    Dari sisi regulasi, banyak negara belum sepenuhnya siap. Sistem hukum dan standar teknis untuk kendaraan otonom masih dalam tahap formulasi. Oleh karena itu, kolaborasi antara insinyur, pembuat kebijakan, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan etis dan teknis tersebut.

    Mobil Sebagai Entitas Cerdas

    Integrasi antara robotika dan EV bukan hanya mengubah cara kita mengemudi—ia mengubah hubungan kita dengan mobil itu sendiri. Dari alat transportasi menjadi partner mobilitas, dari mesin pasif menjadi entitas cerdas yang bisa merespons, belajar, dan berevolusi.

    Dan jika tren ini terus berkembang, maka dalam satu dekade ke depan, istilah “mengendarai mobil” mungkin akan digantikan dengan “duduk dalam robot cerdas yang tahu ke mana kita ingin pergi”.


    Referensi Ilmiah
    1. Shladover, S. E. (2018). Connected and automated vehicle systems: Introduction and overview. Journal of Intelligent Transportation Systems.
    2. Badue, C., Guidolini, R., Carneiro, R. V., Azevedo, P., Cardoso, V. B., Forechi, A., … & Menegatti, R. (2021). Self-driving cars: A survey. Expert Systems with Applications.
    3. Peng, H., et al. (2021). Robotaxis: Challenges and opportunities. Transportation Research Part C: Emerging Technologies.
    4. Litman, T. (2020). Autonomous vehicle implementation predictions. Victoria Transport Policy Institute.
    5. Kuutti, S., Fallah, S., Katsaros, K., Dianati, M., McCullough, F., & Mouzakitis, A. (2020). A survey of the state-of-the-art localization techniques and their potentials for autonomous vehicle applications. IEEE Internet of Things Journal.
  • Sabet Juara di Ajang Kickboxing Jatim 2025!

    Sabet Juara di Ajang Kickboxing Jatim 2025!

    Surabaya, Januari 2025 — Prestasi membanggakan kembali datang dari mahasiswa Teknik Elektro! Muhammad Haykal Jaljalut, mahasiswa angkatan 2024, berhasil meraih Juara 1 dalam kategori Creative Form Open Hand pada Kejuaraan Provinsi Kickboxing Jawa Timur 2025 yang diselenggarakan di Mall Olympic Garden, Malang.

    Ajang ini diikuti oleh atlet-atlet berbakat dari berbagai kota di Jawa Timur, menjadikannya kompetisi yang kompetitif dan penuh tantangan. Namun, Haykal membuktikan kemampuannya dengan penampilan penuh teknik, kepercayaan diri, dan kreativitas tinggi yang akhirnya membawanya ke podium tertinggi.

    Semboyan pribadinya, “Don’t Be Shy, I Will Be Shine,” menjadi cerminan semangat pantang menyerah dan tekad yang kuat untuk terus berkembang. Melalui dedikasi dan latihan yang konsisten, Haykal menunjukkan bahwa mahasiswa Teknik Elektro tidak hanya cemerlang di ruang kelas, tetapi juga mampu menorehkan prestasi luar biasa di dunia olahraga.

    Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa Electrizen memiliki potensi untuk bersinar di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik. Semangat berkompetisi yang sehat serta semangat berkarya dari Haykal diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan diri dan tidak ragu mengejar mimpi mereka. Tidak hanya itu Haykal juga pernah menorehkan juara di tahun 2024 dengan beberapa kategori seperti dibawah ini

    Selamat kepada Haykal atas prestasi gemilangnya! Semoga kemenangan ini menjadi awal dari capaian-capaian besar selanjutnya, dan membawa nama Teknik Elektro semakin bersinar di kancah regional maupun nasional! ⚡️🏅

     

  • Kuliah Tamu : Pemeliharaan Pembangkit Listrik

    Kuliah Tamu : Pemeliharaan Pembangkit Listrik

    Surabaya, 29 April 2025. Program Studi Teknik Elektro Telkom University Surabaya kembali menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu sebagai bentuk pengayaan materi akademik sekaligus jembatan antara dunia industri dan dunia pendidikan. Pada kesempatan kali ini, tema yang diangkat adalah “Pemeliharaan Pembangkit Listrik”, dengan menghadirkan narasumber ahli dari industri, Wildan Arief Febrianto, S.T., M.T., yang merupakan perencana dan evaluator pemeliharaan listrik di PT Indonesia Power PLTU Banten 3.

    Kegiatan yang dilaksanakan secara online (meet) ini membahas secara komprehensif proses operasional pembangkit listrik, yang mencakup seluruh tahapan dari produksi energi menggunakan sumber daya tertentu, pengendalian sistem, hingga pemeliharaan serta pengelolaan beban untuk menjaga kinerja pembangkit tetap optimal.

    Narasumber menyampaikan bahwa dalam praktiknya, pengelolaan pembangkit listrik tidak hanya berfokus pada proses produksi energi saja, tetapi juga harus mempertimbangkan pemantauan kondisi peralatan utama seperti generator, boiler, serta sistem kontrol. Ketiga komponen ini merupakan jantung dari pembangkit listrik yang harus dijaga kinerjanya melalui strategi pemeliharaan yang tepat.

    Dalam sesi lanjutan, Narasumber menjelaskan dua pendekatan penting dalam strategi pemeliharaan pembangkit, yaitu preventive maintenance dan corrective maintenance.

    • Preventive maintenance adalah pemeliharaan yang dilakukan secara berkala dan terjadwal untuk mencegah terjadinya kerusakan. Pendekatan ini sangat penting untuk menjaga keandalan sistem dan mencegah downtime yang tidak diinginkan.

    • Sementara itu, corrective maintenance dilakukan sebagai respons terhadap kerusakan yang tidak terduga. Meskipun sifatnya reaktif, pendekatan ini tetap diperlukan untuk memastikan gangguan tidak meluas dan sistem dapat segera kembali beroperasi normal.

    Kedua metode ini menurutnya harus berjalan selaras agar sistem pembangkit dapat berfungsi secara efisien, aman, dan andal.

    Dengan pengalamannya di lapangan, Narasumber membagikan berbagai studi kasus nyata dari PLTU Banten 3 yang memperlihatkan bagaimana manajemen pemeliharaan dilakukan secara strategis untuk memastikan pembangkit tetap beroperasi dalam performa terbaik. Selain itu, mahasiswa juga diajak berdiskusi aktif mengenai tantangan-tantangan yang dihadapi di dunia kerja, serta pentingnya memahami sistem ketenagalistrikan secara praktis.

    Ketua Program Studi Teknik Elektro Telkom University Surabaya Dr. Isa Hafidz. S.T., M.T. menyampaikan bahwa kegiatan kuliah tamu ini merupakan bagian dari komitmen prodi dalam menyelaraskan kurikulum akademik dengan kebutuhan industri. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga mendapatkan wawasan aplikatif dan terkini dari praktisi industri.

    “Dengan menghadirkan narasumber profesional seperti Pak Wildan, kami berharap mahasiswa dapat membangun perspektif yang lebih luas dan siap berkontribusi dalam dunia ketenagalistrikan nasional,” ujar salah satu dosen pengampu mata kuliah.

    Kegiatan ini juga menunjukkan bagaimana Telkom University Surabaya, khususnya Program Studi Teknik Elektro, terus berinovasi dalam memberikan pengalaman belajar terbaik bagi mahasiswanya.

  • E-MEDDIS : Solusi Cepat dan Efisien Untuk Pengambilan Obat

    E-MEDDIS : Solusi Cepat dan Efisien Untuk Pengambilan Obat

    Surabaya, 24 Maret 2025. Telkom University Surabaya kembali menghadirkan inovasi terbaru di bidang teknologi kesehatan dengan memperkenalkan E-Meddis, sebuah dispenser obat otomatis yang dirancang untuk mempercepat pelayanan farmasi di rumah sakit. Inovasi ini diperkenalkan langsung oleh Direktur Telkom University Surabaya, Prof. Dr. Tri Arief Sardjono, S.T., M.T.

    Dispenser obat ini merupakan solusi teknologi terbaru yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), memungkinkan pasien untuk mengambil obat dengan lebih cepat dan efisien. Melalui sistem ini, pasien hanya perlu memasukkan nomor antrean dan data yang telah terdaftar, tanpa harus mengantre lama di loket farmasi rumah sakit.

    “E-Meddis merupakan jawaban atas tantangan yang selama ini dihadapi rumah sakit dalam manajemen antrean farmasi. Dengan sistem otomatis ini, pasien dapat mengambil obat dengan mudah, sementara pihak rumah sakit bisa lebih fokus dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” ujar Prof. Dr. Tri Arief Sardjono.

    Dalam sistem konvensional, pasien sering kali mengalami antrean panjang di bagian farmasi setelah menerima resep dari dokter. Dengan hadirnya E-Meddis, proses ini dapat dipersingkat karena resep dokter akan langsung diterima oleh database farmasi, memungkinkan pasien untuk langsung menuju dispenser dan mengambil obatnya dengan cepat.

    Sistem ini tidak hanya membantu pasien, tetapi juga meningkatkan efisiensi bagi tenaga medis dan apoteker dalam menangani distribusi obat. Dengan intervensi teknologi ini, diharapkan layanan farmasi rumah sakit menjadi lebih modern, cepat, dan akurat.

    Spesifikasi Teknis E-Meddis 

    Dispenser obat otomatis E-Meddis memiliki fitur dan spesifikasi sebagai berikut:

    – Rak: tiga tingkat

    – Repositori: tiga repositori

    – Tingkat error sistem vending machine: 1,74 persen

    – Kapasitas maksimum obat ukuran tablet: 47 tablet

    – Dimensi obat ukuran tablet: Tinggi 14,2 cm, lebar 7,4 cm, tebal 0,9 cm

    – Kapasitas maksimum obat ukuran botol: 9 botol

    – Dimensi obat ukuran botol: Tinggi 8,5 cm, diameter 4,6 cm

    Dengan spesifikasi ini, E-Meddis dapat menyimpan dan mendistribusikan obat dengan aman dan presisi.

    Inovasi E-Meddis menjadi bagian dari transformasi digital di sektor kesehatan yang semakin berkembang. Telkom University Surabaya berharap teknologi ini dapat segera diimplementasikan secara luas di berbagai rumah sakit di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

    Dengan keunggulan dalam kecepatan, akurasi, dan kemudahan akses, E-Meddis diharapkan dapat menjadi solusi modern dalam sistem distribusi obat di rumah sakit, menjadikan antrean farmasi lebih efisien dan pelayanan kesehatan lebih optimal.

    Sumber : infopublik.id

Secret Link