Tag: Inovasi

  • E-MEDDIS : Solusi Cepat dan Efisien Untuk Pengambilan Obat

    E-MEDDIS : Solusi Cepat dan Efisien Untuk Pengambilan Obat

    Surabaya, 24 Maret 2025. Telkom University Surabaya kembali menghadirkan inovasi terbaru di bidang teknologi kesehatan dengan memperkenalkan E-Meddis, sebuah dispenser obat otomatis yang dirancang untuk mempercepat pelayanan farmasi di rumah sakit. Inovasi ini diperkenalkan langsung oleh Direktur Telkom University Surabaya, Prof. Dr. Tri Arief Sardjono, S.T., M.T.

    Dispenser obat ini merupakan solusi teknologi terbaru yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), memungkinkan pasien untuk mengambil obat dengan lebih cepat dan efisien. Melalui sistem ini, pasien hanya perlu memasukkan nomor antrean dan data yang telah terdaftar, tanpa harus mengantre lama di loket farmasi rumah sakit.

    “E-Meddis merupakan jawaban atas tantangan yang selama ini dihadapi rumah sakit dalam manajemen antrean farmasi. Dengan sistem otomatis ini, pasien dapat mengambil obat dengan mudah, sementara pihak rumah sakit bisa lebih fokus dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” ujar Prof. Dr. Tri Arief Sardjono.

    Dalam sistem konvensional, pasien sering kali mengalami antrean panjang di bagian farmasi setelah menerima resep dari dokter. Dengan hadirnya E-Meddis, proses ini dapat dipersingkat karena resep dokter akan langsung diterima oleh database farmasi, memungkinkan pasien untuk langsung menuju dispenser dan mengambil obatnya dengan cepat.

    Sistem ini tidak hanya membantu pasien, tetapi juga meningkatkan efisiensi bagi tenaga medis dan apoteker dalam menangani distribusi obat. Dengan intervensi teknologi ini, diharapkan layanan farmasi rumah sakit menjadi lebih modern, cepat, dan akurat.

    Spesifikasi Teknis E-Meddis 

    Dispenser obat otomatis E-Meddis memiliki fitur dan spesifikasi sebagai berikut:

    – Rak: tiga tingkat

    – Repositori: tiga repositori

    – Tingkat error sistem vending machine: 1,74 persen

    – Kapasitas maksimum obat ukuran tablet: 47 tablet

    – Dimensi obat ukuran tablet: Tinggi 14,2 cm, lebar 7,4 cm, tebal 0,9 cm

    – Kapasitas maksimum obat ukuran botol: 9 botol

    – Dimensi obat ukuran botol: Tinggi 8,5 cm, diameter 4,6 cm

    Dengan spesifikasi ini, E-Meddis dapat menyimpan dan mendistribusikan obat dengan aman dan presisi.

    Inovasi E-Meddis menjadi bagian dari transformasi digital di sektor kesehatan yang semakin berkembang. Telkom University Surabaya berharap teknologi ini dapat segera diimplementasikan secara luas di berbagai rumah sakit di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

    Dengan keunggulan dalam kecepatan, akurasi, dan kemudahan akses, E-Meddis diharapkan dapat menjadi solusi modern dalam sistem distribusi obat di rumah sakit, menjadikan antrean farmasi lebih efisien dan pelayanan kesehatan lebih optimal.

    Sumber : infopublik.id

  • Kendaraan Listrik Modular Inovasi Tel-U Surabaya, Dukung UMKM Kampoeng Oase Songo

    Kendaraan Listrik Modular Inovasi Tel-U Surabaya, Dukung UMKM Kampoeng Oase Songo

    Surabaya, 27 November 2024.  Demi mendukung keberlanjutan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kampoeng Oase Songo Surabaya, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Telkom (Tel-U) Surabaya merancang kendaraan modular ramah lingkungan berbahan bakar listrik. Tim PKM Tel-U Surabaya, yang beranggotakan tiga dosen dan 13 mahasiswa, menciptakan kendaraan modular multifungsi dengan tenaga listrik yang ramah lingkungan.

    Ketua Tim PKM Susijanto Tri Rasmana menjelaskan bahwa program itu didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.

    Becak listrik ini didesain sesuai kebutuhan warga Kampoeng Oase. Dengan bentuk modular, kendaraan ini dapat digunakan untuk mengangkut penumpang, barang, maupun untuk berjualan,” ungkap Susijanto. Ia menambahkan bahwa becak listrik itu menggunakan tenaga listrik. Sehingga ramah lingkungan dan lebih hemat biaya dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.

    Rifki Dwi Putranto, anggota tim pengembang, menambahkan bahwa pembuatan kendaraan itu memakan waktu empat bulan dan memiliki tiga mode operasi: speed, normal, dan hemat daya (Eco). Dengan daya tempuh 30-38 km, kendaraan itu dapat diisi ulang dalam waktu lima jam menggunakan daya listrik rumah tangga biasa.

    Becak listrik itu mampu menampung beban hingga 200 kg, cukup untuk dua penumpang atau berbagai barang dagangan. Rifki Dwi Putranto selaku Pembina berharap kendaraan itu tidak hanya diterima, tetapi juga digunakan secara aktif untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik di kalangan UMKM.

    Dengan adanya kendaraan itu, wisatawan dapat menikmati eduwisata yang ditawarkan kampung, termasuk produk lokal seperti kopi dan jamu khas Oase.

    Ketua Kampoeng Oase Songo Yaning Mustika Ningrum menyambut baik inovasi itu. Terutama untuk mengangkut barang. Dia memastikan bahwa becak listrik akan dimanfaatkan dengan optimal oleh warga kampung. “Kami memastikan bahwa kampoeng oase yang lain, ondomohen dan tembok gede juga turut merasakan becak listrik ini,” ujarnya.
     
    Inovasi kendaraan listrik modular dari Universitas Telkom Surabaya membawa angin segar bagi Kampoeng Oase Songo. Tidak hanya membantu operasional UMKM, kendaraan itu juga menjadi simbol komitmen kampung dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan perekonomian lokal. Ke depan, diharapkan kendaraan itu semakin memperkuat identitas Kampoeng Oase sebagai pelopor kampung ramah lingkungan di Surabaya.
     
    Sumber : harian.disway.id

     

Secret Link