Category: Artikel dan Berita

  • Bangunan Pintar dan IoT: Transformasi Dunia Konstruksi dengan Sistem Otomatisasi

    Bangunan Pintar dan IoT: Transformasi Dunia Konstruksi dengan Sistem Otomatisasi

    Dulu, bangunan hanyalah struktur fisik—campuran beton, baja, dan batu bata. Namun kini, bangunan telah berevolusi menjadi entitas hidup yang mampu merespons lingkungan, berkomunikasi dengan penghuninya, dan mengatur dirinya sendiri. Semua itu dimungkinkan berkat kehadiran teknologi Internet of Things (IoT), yang mendorong transformasi besar dalam dunia konstruksi dan pengelolaan gedung melalui konsep bangunan pintar (smart building).

    Bangunan pintar bukan hanya tren masa depan, tetapi kenyataan yang sedang tumbuh di seluruh dunia. Di dalamnya, ribuan sensor tersembunyi bekerja bersama untuk memantau suhu, kelembapan, kualitas udara, keamanan, hingga penggunaan energi. Data dari sensor tersebut kemudian dianalisis secara real-time dan digunakan oleh sistem otomasi untuk mengatur HVAC, pencahayaan, akses keamanan, hingga lift—semuanya tanpa campur tangan manusia.

    Teknologi ini memberikan efisiensi energi yang luar biasa. Studi oleh U.S. Department of Energy (2022) menunjukkan bahwa bangunan dengan sistem manajemen energi berbasis IoT mampu mengurangi konsumsi listrik hingga 30% melalui optimalisasi otomatis. Misalnya, lampu hanya menyala saat ruangan digunakan dan pendingin ruangan menyesuaikan suhu berdasarkan jumlah penghuni.

    Salah satu contoh nyata bisa ditemukan pada The Edge di Amsterdam, yang dijuluki sebagai “kantor paling pintar di dunia.” Gedung ini menggunakan 28.000 sensor IoT yang mengatur segalanya mulai dari pencahayaan hingga tempat parkir. Dengan aplikasi mobile, pegawai bahkan bisa memilih ruangan kerja dengan suhu dan pencahayaan yang mereka sukai—semua tersinkronisasi otomatis dengan sistem.

    Di Indonesia, proyek seperti BSD Digital Hub mulai mengadopsi prinsip bangunan pintar dengan sistem kontrol terpusat untuk manajemen energi, pemantauan CCTV berbasis AI, serta sistem deteksi kebocoran atau kebakaran otomatis yang terhubung dengan perangkat IoT. Ini menandai pergeseran cara perancang dan insinyur memandang bangunan: bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai sistem cerdas yang dapat belajar dan beradaptasi.

    Manfaat lainnya tidak kalah strategis, terutama dalam hal keselamatan dan perawatan. IoT memungkinkan pemeliharaan prediktif—sistem akan memberi tahu kapan lift perlu diperiksa atau jika ada potensi kerusakan pipa sebelum benar-benar terjadi. Hal ini mengurangi biaya perawatan, memperpanjang usia infrastruktur, dan tentu saja meningkatkan keselamatan penghuni.

    Namun, seperti semua transformasi digital, integrasi IoT dalam konstruksi tidak bebas tantangan. Isu interoperabilitas antarperangkat, keamanan siber, serta kebutuhan terhadap infrastruktur jaringan yang stabil menjadi perhatian utama. Selain itu, ada juga kebutuhan untuk retraining tenaga kerja agar mampu beradaptasi dengan sistem baru ini.

    Tetapi arah masa depan sudah jelas: bangunan bukan lagi struktur statis, melainkan jaringan pintar yang menyatu dengan gaya hidup modern, urbanisasi cerdas, dan keberlanjutan lingkungan. Dunia konstruksi kini tidak lagi hanya membangun dinding, tetapi juga membangun sistem yang hidup, berpikir, dan beradaptasi.


    Referensi Ilmiah
    1. Ahmad, T., & Aibinu, A. (2019). Building Energy Management Using IoT and AI: A Review. Energy and Buildings, Elsevier.
    2. U.S. Department of Energy. (2022). Smart Buildings and Energy Optimization through IoT.
    3. GhaffarianHoseini, A., et al. (2016). Sustainable Smart Building Systems: A Review of Trends and Challenges. Renewable and Sustainable Energy Reviews.
    4. Deloitte. (2021). The Edge Amsterdam: Smart Building Case Study.
    5. Kompas Tekno. (2023). Digital Hub BSD dan Implementasi Smart City di Indonesia.
  • Silicon Carbide dan Gallium Nitride: Material Kunci untuk Elektronika Daya Modern

    Silicon Carbide dan Gallium Nitride: Material Kunci untuk Elektronika Daya Modern

    Dalam dunia yang haus akan efisiensi energi dan kecepatan tinggi, elektronika daya menjadi tulang punggung dari banyak sistem teknologi masa kini: dari pengisian baterai kendaraan listrik, inverter panel surya, hingga penggerak motor industri dan sistem power supply untuk pusat data. Dan di pusat dari semua inovasi ini, berdirilah dua material yang menjadi game-changer: Silicon Carbide (SiC) dan Gallium Nitride (GaN).

    Untuk waktu yang lama, silikon telah menjadi bahan utama semikonduktor daya. Tapi batasnya mulai terasa ketika industri menuntut efisiensi lebih tinggi, ukuran lebih kecil, dan kemampuan kerja pada suhu serta tegangan yang ekstrem. Inilah titik di mana SiC dan GaN masuk dengan keunggulan luar biasa yang sulit disaingi.

    Silicon Carbide memiliki keunggulan dalam konduktivitas termal dan kemampuan bekerja di tegangan serta suhu tinggi. Hal ini membuatnya ideal untuk aplikasi berdaya besar seperti kendaraan listrik, sistem tenaga industri, dan pembangkit tenaga terbarukan. SiC memungkinkan konversi daya yang lebih efisien dengan kehilangan daya yang jauh lebih rendah dibandingkan silikon tradisional.

    Salah satu studi oleh Wolfspeed (2021), pionir teknologi SiC, menunjukkan bahwa inverter berbasis SiC di mobil listrik mampu mengurangi ukuran sistem hingga 40% dan meningkatkan efisiensi sistem penggerak hingga lebih dari 98%. Tidak hanya meningkatkan performa, SiC juga membantu memperpanjang masa pakai baterai karena manajemen panas yang jauh lebih baik.

    Sementara itu, Gallium Nitride unggul dalam aplikasi frekuensi tinggi dan efisiensi switching cepat. GaN banyak digunakan dalam sistem pengisian cepat (fast charging), konverter daya untuk drone dan satelit, serta perangkat elektronik konsumen seperti adaptor daya berukuran mini. Kecepatan switching-nya yang tinggi memungkinkan desain yang lebih ringkas dan efisien secara energi.

    Studi oleh Texas Instruments (2022) memperlihatkan bahwa pengisi daya berbasis GaN mampu menghemat energi hingga 20% lebih baik daripada pengisi daya konvensional berbasis silikon, sambil tetap mempertahankan dimensi yang 3 kali lebih kecil.

    Keunggulan lainnya adalah bahwa baik SiC maupun GaN memungkinkan terjadinya miniaturisasi sistem elektronika daya tanpa mengorbankan performa. Ini menjadi krusial di tengah tren global menuju elektrifikasi dan konektivitas tinggi, seperti pada EV (Electric Vehicle), IoT, dan sistem smart grid.

    Namun, meskipun menjanjikan, tantangan dari adopsi teknologi ini masih ada. Harga wafer SiC dan GaN masih relatif mahal, dan proses manufakturnya membutuhkan teknologi tinggi. Tapi seiring dengan skala produksi yang meningkat dan permintaan global yang terus tumbuh, biaya ini mulai turun—membuka jalan bagi adopsi massal.

    Penerapan nyata juga dapat dilihat dalam industri otomotif. Tesla dan BYD telah mengadopsi SiC untuk sistem penggerak utama pada mobil listrik mereka. Sementara itu, pengisi daya ultra-cepat seperti HyperJuice dan Anker telah menggunakan GaN untuk memberikan daya besar dalam bentuk kecil yang efisien.

    Perpindahan dari silikon ke SiC dan GaN menandai lebih dari sekadar peningkatan teknologi—ini adalah lompatan paradigmatik dalam dunia elektronika daya. Dengan kemampuan untuk bekerja lebih cepat, lebih efisien, dan lebih tahan terhadap kondisi ekstrem, kedua material ini bukan hanya masa depan, tapi juga fondasi dari infrastruktur energi dan teknologi yang lebih hijau, ringan, dan cerdas.


    Referensi Ilmiah
    1. Wolfspeed, Inc. (2021). Silicon Carbide Power Devices Enable Electric Vehicles to Go Farther.
    2. Texas Instruments. (2022). GaN vs Silicon: Efficiency and Size Comparison in Power Supply Design.
    3. Millán, J., et al. (2014). A Survey of Wide Bandgap Power Semiconductor Devices. IEEE Transactions on Power Electronics.
    4. Zhang, Z. et al. (2020). Thermal Management in GaN Power Devices. Journal of Materials Chemistry C.
    5. Fraunhofer ISE (2023). SiC and GaN Semiconductors in Future Energy Electronics Systems.
  • Bagaimana Kecerdasan Buatan Meningkatkan Efisiensi Sistem Distribusi Tenaga

    Bagaimana Kecerdasan Buatan Meningkatkan Efisiensi Sistem Distribusi Tenaga

    Di balik setiap lampu yang menyala dan mesin yang bergerak, terdapat sistem distribusi tenaga listrik yang rumit dan kritis. Dalam dunia yang semakin terdigitalisasi, keandalan dan efisiensi sistem distribusi tenaga menjadi penentu utama keberlanjutan operasional industri, kota, bahkan negara. Di sinilah kecerdasan buatan (AI) memainkan peran transformatif, mengubah jaringan listrik yang sebelumnya reaktif menjadi sistem yang cerdas, adaptif, dan prediktif.

    Distribusi tenaga bukan hanya soal menyalurkan listrik dari gardu ke rumah atau pabrik. Ini adalah jaringan kompleks dengan variabel yang terus berubah—dari fluktuasi beban harian, gangguan alam, hingga integrasi energi terbarukan yang bersifat intermiten. Tanpa sistem yang bisa merespons dengan cepat, efisiensi akan menurun, dan potensi kerugian ekonomi meningkat.

    AI masuk sebagai pengatur lalu lintas digital. Dengan memanfaatkan data dari sensor IoT, smart meter, dan sistem SCADA, algoritma AI dapat memodelkan kondisi jaringan secara real-time. Dari sana, AI mampu mendeteksi beban berlebih, memperkirakan waktu gangguan, mengarahkan aliran listrik melalui jalur alternatif, dan bahkan merekomendasikan perbaikan preventif sebelum kerusakan terjadi.

    Salah satu contoh konkret datang dari proyek AI Grid Optimization oleh National Grid di Inggris. Dalam studi mereka, penggunaan AI untuk redistribusi daya secara otomatis menghasilkan penghematan energi sebesar 17% dan meningkatkan waktu pemulihan pasca gangguan hingga 35% lebih cepat. Lebih dari sekadar efisiensi, ini adalah bentuk nyata resilien energi di era digital.

    Di Indonesia, PLN juga mulai menerapkan sistem berbasis AI dalam Distribution Management System (DMS) yang dilengkapi fitur Automated Fault Restoration. Sistem ini mampu mengidentifikasi titik gangguan, memutus aliran dari area terdampak, dan mengalihkan pasokan ke jalur cadangan tanpa perlu intervensi manusia secara langsung. Dalam konteks geografis Indonesia yang menantang, ini menjadi game-changer bagi penyediaan listrik yang merata dan stabil.

    AI juga meningkatkan efisiensi dalam manajemen beban dinamis. Melalui algoritma prediksi berbasis machine learning, sistem dapat menyesuaikan distribusi listrik sesuai dengan pola konsumsi dari sektor residensial, industri, dan komersial. Ini memungkinkan demand response yang lebih fleksibel dan hemat biaya, sambil menjaga stabilitas sistem secara keseluruhan.

    Namun, teknologi ini tidak hadir tanpa tantangan. Salah satu hambatan terbesar adalah kebutuhan akan data berkualitas tinggi dan infrastruktur komunikasi yang andal di seluruh rantai distribusi. Selain itu, integrasi AI harus disertai dengan sistem keamanan siber yang kuat, mengingat sistem distribusi merupakan infrastruktur vital nasional yang rentan terhadap serangan digital.

    Meski demikian, arah masa depan sudah jelas. Integrasi AI dalam distribusi tenaga membawa efisiensi yang bukan hanya bersifat teknis, tapi juga strategis. Kita bukan lagi berbicara soal memindahkan listrik dari titik A ke B, melainkan bagaimana mengelola energi sebagai ekosistem pintar yang hidup, belajar, dan beradaptasi—demi memastikan bahwa daya tetap mengalir, bahkan di saat dunia terus berubah.


    Referensi Ilmiah
    1. Zhang, Y., et al. (2018). AI-enabled Smart Distribution Grid Systems: A Review. IEEE Access.
    2. National Grid UK. (2022). AI Optimization Pilot Project: Final Results and Recommendations.
    3. Gungor, V. C., et al. (2013). Smart Grid Technologies: Communication Technologies and Standards. IEEE Transactions.
    4. PLN Research Institute. (2023). Pengembangan DMS dan AI untuk Distribusi Tenaga Listrik di Indonesia.
    5. Qiu, Y., & Wu, Q. (2020). Real-Time Power Distribution Optimization Using Deep Reinforcement Learning. Applied Energy.
  • Forum Himpunan Mahasiswa Elektro

    Forum Himpunan Mahasiswa Elektro

    Surabaya , 9 Mei 2024 – Forum Himpunan Mahasiswa Elektro adalah sebuah wadah strategis yang dibentuk untuk mempererat hubungan dan meningkatkan kualitas interaksi antar mahasiswa teknik elektro. Forum ini menjadi ruang diskusi yang terbuka dan inklusif, di mana para anggota dapat berbagi ide, gagasan, dan pengalaman terkait, mulai dari isu-isu akademik, maupun pembahasan sistem kerja pada himpunan. Selain itu, forum ini juga berfungsi sebagai platform untuk menyusun program kerja himpunan yang relevan dan bermanfaat, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat luas.Melalui forum ini, mahasiswa teknik elektro didorong untuk aktif berkontribusi dalam menciptakan solusi terhadap tantangan yang dihadapi, baik dalam konteks perkuliahan maupun dalam kehidupan berorganisasi.

    Tidak hanya itu, forum ini juga mendukung pengembangan kemampuan kepemimpinan, manajemen waktu, dan kerja tim melalui keterlibatan anggota di berbagai program kerja yang sudah dirancang. Dengan semangat kolaborasi , Forum Himpunan Mahasiswa Elektro berperan penting dalam memperkuat solidaritas antaranggota serta menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar dan berkembang. Tujuan akhirnya adalah menjadikan himpunan ini sebagai salah satu pendorong utama kemajuan di bidang teknik elektro, baik di tingkat kampus maupun dalam skala yang lebih luas, sekaligus membentuk mahasiswa yang siap berkompetisi dan berkontribusi di era modern

  • Makrab Eksternal Himpunan Mahasiswa Elektro

    Makrab Eksternal Himpunan Mahasiswa Elektro

    Surabaya , 15 – 16 Juni 2024 – Makrab (Malam Keakraban) Eksternal Himpunan Mahasiswa Elektro adalah acara tahunan yang dirancang untuk mempererat hubungan antara peserta, panitia, dan alumni dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen rekreasi, tetapi juga sarana untuk membangun jejaring yang lebih luas di lingkungan himpunan. Dalam makrab ini, peserta yang terdiri dari mahasiswa aktif dapat berinteraksi langsung dengan alumni yang telah memiliki pengalaman di dunia kerja maupun akademik, sehingga membuka peluang berbagi ilmu, motivasi, dan inspirasi.

    Melalui serangkaian agenda seperti diskusi santai, permainan kelompok, hingga sesi berbagi cerita, malam keakraban ini menciptakan atmosfer yang inklusif dan membangun rasa kekeluargaan. Panitia berperan penting dalam memastikan kelancaran acara dengan menghadirkan konsep kegiatan yang kreatif dan menyenangkan. Kehadiran alumni memberikan nilai tambah, karena mereka dapat memberikan perspektif baru sekaligus memperkuat koneksi lintas generasi.Makrab Eksternal ini menjadi bukti nyata bahwa himpunan tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga berupaya menciptakan pengalaman bermakna yang mempererat solidaritas, menginspirasi, dan memotivasi seluruh anggotanya untuk terus berkembang bersama.

  • MARVEL 2024

    MARVEL 2024

    Surabaya , 30 September 2024 – Perlombaan eksternal karya tulis ilmiah Master Of Digital Revolution And Creative Technology (MARVEL) merupakan program kerja yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Elektro, Telkom University Surabaya. Program kerja ini bertujuan untuk menjadi wadah kompetisi generasi muda berbakat dan membantu mengatasi tantangan di Indonesia saat ini. Kompetisi ini mengangkat tema yaitu “Kontribusi Generasi Muda Dalam Menyokong Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan wadah bagi para pelajar untuk menyalurkan ide, kreativitas, dan kemampuan akademik mereka dalam bentuk karya tulis ilmiah yang berkualitas. Peserta diharapkan dapat mengembangkan ide-ide baru yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga memiliki potensi untuk diterapkan dalam kehidupan nyata.

    Dengan adanya perlombaan ini, Himpunan Mahasiswa Elektro berharap dapat menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui “MARVEL”, diharapkan para peserta bisa menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat melalui temuan-temuan ilmiah yang mereka kembangkan. Selain itu, perlombaan ini juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antar sekolah dan memperluas jaringan antar pelajar di seluruh Jawa Timur, sehingga tercipta kolaborasi dan semangat bersama dalam menghadapi tantangan teknologi di masa depan.

  • Workshop PLC

    Workshop PLC

    Surabaya , 4 Oktober 2024 – Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) dengan bangga mempersembahkan Workshop PLC (Programmable Logic Controller), sebagai bagian dari rangkaian program kerja yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa dalam bidang teknologi otomasi industri. PLC adalah komponen kunci dalam pengendalian proses industri modern, yang digunakan untuk mengatur mesin-mesin otomatis, sistem produksi, dan aplikasi industri lainnya. Oleh karena itu, kemampuan untuk memahami dan memprogram PLC menjadi sangat penting bagi mahasiswa Elektro yang ingin memasuki dunia industri.

    This image has an empty alt attribute; its file name is plc-1-1024x576.png

    Workshop ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai prinsip dasar, komponen, serta cara kerja PLC, mulai dari implementasi sederhana. Para peserta akan diajarkan untuk merancang, memprogram, dan mengoperasikan sistem PLC menggunakan perangkat lunak dan perangkat keras yang relevan, sehingga mereka dapat langsung merasakan bagaimana teknologi ini diterapkan di lapangan. Untuk semakin memperdalam pemahaman peserta, workshop ini juga akan menghadirkan dosen dari Program Studi Teknik Elektro yaitu Bapak Dr. Susijanto Tri Rasmana, S.Kom., M.T. , yang membagikan pengetahuan dan pengalamannya terkait dengan aplikasi PLC , serta menjelaskan konsep-konsep mendalam yang mungkin belum banyak diketahui oleh mahasiswa.

    Melalui workshop ini, Himpunan Mahasiswa Elektro berharap dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan teknis yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja, sekaligus menyiapkan mereka untuk menghadapi tuntutan industri yang terus berkembang. Acara ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkolaborasi dan juga berbagi pengetahuan. Dengan demikian, Workshop PLC ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga memperkuat daya saing mahasiswa Elektro dalam menghadapi dunia industri yang semakin kompetitif.

  • AI untuk Kelistrikan: Revolusi Digital dalam Manajemen Energi

    AI untuk Kelistrikan: Revolusi Digital dalam Manajemen Energi

    Kelistrikan adalah urat nadi peradaban modern. Namun dalam dunia yang kian kompleks, dinamis, dan menuntut efisiensi tinggi, pengelolaan energi tak lagi bisa mengandalkan metode konvensional. Inilah saat di mana Artificial Intelligence (AI) hadir, bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai revolusioner. Di tangan AI, listrik bukan hanya disalurkan—tapi dikelola secara cerdas, real-time, dan adaptif terhadap perilaku pengguna serta kondisi jaringan.

    Di balik layar jaringan listrik masa kini, AI berperan sebagai otak yang memantau ribuan sensor, memprediksi lonjakan beban, mendeteksi potensi gangguan, dan bahkan mengarahkan energi dari sumber terbarukan ke tempat yang paling membutuhkan. Sistem kelistrikan berubah menjadi ekosistem digital yang saling terhubung, belajar dari data, dan mampu membuat keputusan secara otonom.

    Salah satu implementasi yang mencolok adalah pemanfaatan AI dalam smart grid. Jaringan listrik konvensional bersifat satu arah—dari pembangkit ke pengguna. Namun smart grid yang didukung AI mengubah semuanya. Kini, energi bisa mengalir dua arah: rumah dengan panel surya bisa menjual kelebihan energi ke jaringan, sementara sistem AI memprediksi waktu puncak dan mengatur beban secara dinamis.

    Studi dari National Renewable Energy Laboratory (NREL, 2023) menunjukkan bahwa penerapan AI dalam sistem grid di Amerika Serikat mampu mengurangi kehilangan energi hingga 15% dan mempercepat deteksi serta pemulihan gangguan jaringan hingga 50% lebih cepat dibanding metode manual. Ini bukan efisiensi kecil, tapi transformasi besar.

    Indonesia pun tak tertinggal. PLN, melalui inisiatif Digital Power Plant dan Advanced Metering Infrastructure, mulai mengintegrasikan AI untuk mengoptimalkan pembangkit listrik, terutama yang berbasis energi terbarukan. Misalnya, dalam pengelolaan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya), AI digunakan untuk memprediksi iradiasi matahari, mengatur posisi panel surya otomatis, serta memperkirakan pasokan daya harian untuk menjaga kestabilan sistem nasional.

    Lebih dari itu, AI juga memungkinkan manajemen energi berbasis perilaku pengguna. Aplikasi cerdas dapat memberi rekomendasi konsumsi listrik harian, memperingatkan pengguna saat penggunaan melonjak, bahkan menyarankan jadwal pengisian kendaraan listrik (EV) agar tidak membebani grid. Hal ini mendekatkan konsumen pada konsep prosumer—produsen sekaligus konsumen energi yang sadar akan efisiensi.

    Namun, di tengah optimisme ini, ada tantangan yang perlu diatasi: keterbatasan data berkualitas tinggi, kebutuhan perangkat keras edge computing di lapangan, serta isu keamanan siber dalam sistem kelistrikan digital. Mengingat AI bekerja berbasis data dan koneksi jaringan, serangan siber terhadap sistem ini bisa berdampak sangat besar. Oleh karena itu, integrasi AI harus dibarengi dengan pendekatan keamanan siber yang holistik.

    Meski demikian, arah revolusi sudah tak terelakkan. AI bukan hanya alat bantu teknis, melainkan mitra strategis dalam membangun sistem energi yang cerdas, resilient, dan hijau. Dengan bantuan AI, kita melangkah dari dunia energi yang reaktif menuju dunia yang prediktif—di mana keputusan dibuat bukan saat krisis datang, tetapi jauh sebelum itu.

    Dan dalam era ini, listrik bukan hanya tersedia—ia dioptimalkan.


    Referensi Ilmiah
    1. NREL (2023). AI and Machine Learning Applications in Modern Electric Grid.
    2. Zhang, N., Wang, C., & Zhou, B. (2020). Artificial Intelligence in Energy Systems: A Review. Renewable and Sustainable Energy Reviews.
    3. PLN Innovation & Research Institute (2022). Digitalisasi Pembangkit Listrik dan Smart Metering di Indonesia.
    4. IEEE Smart Grid Research Group (2021). AI-Enabled Energy Management Systems.
    5. McKinsey & Company (2023). Harnessing AI for Energy Efficiency and Resilience.
  • Sistem Energi Siber-Fisik: Menghubungkan Dunia Fisik dan Digital dalam Energi

    Sistem Energi Siber-Fisik: Menghubungkan Dunia Fisik dan Digital dalam Energi

    Di era transformasi digital, energi tidak lagi sekadar aliran listrik dari pembangkit ke konsumen. Kini, energi adalah entitas cerdas yang dapat diukur, dimonitor, dikendalikan, bahkan diprediksi melalui sistem digital secara real-time. Inilah konsep Cyber-Physical Energy Systems (CPES) atau Sistem Energi Siber-Fisik, yang menyatukan kekuatan dunia fisik dan dunia digital dalam satu jaringan energi yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan.

    Sistem energi siber-fisik adalah sistem terintegrasi yang menggabungkan komponen fisik—seperti pembangkit, jaringan distribusi, dan perangkat konsumsi—dengan teknologi siber seperti sensor, AI, komunikasi waktu nyata, dan analitik big data. Dalam sistem ini, setiap bagian dari jaringan energi “berbicara”: sensor memantau suhu dan beban, algoritma memprediksi lonjakan permintaan, dan sistem kontrol otomatis menyesuaikan distribusi energi secara presisi.

    Bayangkan sebuah jaringan listrik yang tahu kapan rumah Anda butuh daya lebih untuk AC saat suhu meningkat, atau kapan kendaraan listrik di kota perlu diisi ulang tanpa membebani sistem. Semua keputusan itu diambil oleh sistem yang terus-menerus belajar dari data, memodelkan skenario, dan mengatur aliran energi dengan cara yang tak mungkin dilakukan oleh manusia secara manual. Itulah kekuatan CPES.

    Salah satu contoh nyata datang dari Jerman melalui proyek “Smart Energy Showcases – Digital Agenda for the Energy Transition” (SINTEG), yang menerapkan prinsip CPES di lima wilayah. Proyek ini memperlihatkan bagaimana grid listrik cerdas bisa menstabilkan suplai energi terbarukan dengan dukungan sistem AI yang memprediksi cuaca, pola konsumsi, dan mengatur penyimpanan daya melalui baterai skala besar serta kontrol rumah pintar. Hasilnya adalah peningkatan efisiensi energi hingga 25% dan pengurangan emisi CO₂ secara signifikan.

    Di Indonesia sendiri, konsep CPES mulai diterapkan pada proyek smart grid dan pembangkit energi terbarukan terintegrasi, seperti yang dikembangkan oleh PLN melalui platform ADMS (Advanced Distribution Management System). Dengan pemanfaatan sensor dan kontrol otomatis, distribusi listrik ke daerah terpencil atau pulau kecil menjadi lebih stabil dan efisien.

    Dari sisi teknis, keberhasilan CPES sangat bergantung pada keandalan komunikasi siber, keamanan data, dan interoperabilitas antara perangkat. Karena sistem ini bersifat real-time dan adaptif, gangguan kecil dalam jaringan digital bisa menyebabkan efek besar dalam dunia fisik. Oleh karena itu, keamanan siber menjadi komponen utama, menjadikan CPES sebagai bidang lintas disiplin antara teknik elektro, informatika, dan sistem keamanan.

    Namun manfaatnya jauh lebih besar. Dengan kemampuan prediktif dan otomatis, CPES membantu mengurangi pemborosan energi, memaksimalkan penggunaan energi terbarukan, dan memberikan kontrol langsung kepada pengguna akhir melalui aplikasi pintar. Di masa depan, setiap rumah, gedung, dan kendaraan akan menjadi node aktif dalam ekosistem energi—bukan hanya sebagai konsumen, tetapi juga produsen dan pengelola energi mereka sendiri.

    Sistem energi siber-fisik adalah fondasi dari visi energi masa depan yang cerdas, terdesentralisasi, dan berkelanjutan. Ini bukan sekadar transformasi teknologi, tetapi lompatan peradaban dalam cara kita memahami dan mengelola salah satu sumber daya paling vital di planet ini: energi.


    Referensi Ilmiah
    1. Fang, X., Misra, S., Xue, G., & Yang, D. (2012). Smart Grid – The New and Improved Power Grid: A Survey. IEEE Communications Surveys & Tutorials.
    2. Gungor, V. C., et al. (2013). A Survey on Smart Grid Potential Applications and Communication Requirements. IEEE Transactions on Industrial Informatics.
    3. Zhang, H., et al. (2020). Cyber-Physical Systems for Smart Grids: Challenges and Opportunities. Journal of Modern Power Systems and Clean Energy.
    4. German Federal Ministry for Economic Affairs and Energy (2020). SINTEG Final Report: Smart Energy Showcases.
    5. PLN Research Institute (2023). Advanced Distribution Management System in Indonesia’s Smart Grid Strategy.
  • Makrab Internal Himpunan Mahasiswa Elektro

    Makrab Internal Himpunan Mahasiswa Elektro

    Mojokerto , 27 April 2024 – Makrab (Malam Keakraban) Internal Himpunan Mahasiswa Elektro adalah sebuah kegiatan baru yang diselenggarakan oleh Departemen PSDM yang bertujuan untuk mempererat hubungan antar anggota himpunan. Kegiatan ini diadakan di salah satu lokasi yang berada di Mojokerto , jauh dari kesibukan kampus, sehingga para peserta dapat berinteraksi secara lebih dekat dan akrab.

    Kegiatan selama makrab internal meliputi fun games , sesi perkenalan, diskusi ringan, dan acara hiburan yang dirancang untuk membangun kerjasama, meningkatkan rasa kebersamaan, serta memperkuat ikatan kekeluargaan antar anggota. Selain itu, acara ini juga diisi dengan sharing pengalaman, yang memberikan motivasi dan inspirasi kepada satu sama lain.Makrab internal ini bukan hanya sebagai sarana refreshing dari rutinitas akademik, tetapi juga sebagai wadah untuk menumbuhkan rasa solidaritas dan kebanggaan terhadap Himpunan.

Secret Link