Category: Artikel dan Berita

  • Integrasi Robotika dan EV: Saat Mobil Jadi Robot Cerdas di Jalanan

    Integrasi Robotika dan EV: Saat Mobil Jadi Robot Cerdas di Jalanan

    Bayangkan sebuah dunia di mana mobil tak hanya membawamu ke tempat tujuan, tapi juga memikirkan keselamatanmu, menghindari kemacetan, dan memutarkan lagu favoritmu sesuai mood. Mobil itu mengemudi sendiri, memperhitungkan setiap belokan, membaca rambu, dan memperbarui kemampuannya tiap malam. Itu bukan fiksi ilmiah—itu adalah realitas baru berkat perpaduan antara kendaraan listrik (EV) dan robotika.

    Perkembangan kendaraan listrik telah membuka jalan bagi sebuah perubahan mendasar dalam desain otomotif. Karena EV mengandalkan sistem digital dan elektronik alih-alih mesin pembakaran internal, arsitektur ini menjadi kanvas sempurna untuk integrasi robotika. Semua perangkat lunak, sensor, dan kecerdasan buatan yang sebelumnya dianggap mewah, kini bisa terpasang sebagai standar baru mobilitas modern.

    Ketika Mobil Tak Lagi Sekadar Mesin

    Robotika memungkinkan kendaraan melakukan lebih dari sekadar mengemudi. Ia melihat melalui kamera, mendengar melalui sensor radar, memahami melalui chip pemroses AI, dan mengambil keputusan melalui algoritma canggih. Mobil tidak hanya merekam dunia, tapi juga memahami dan meresponsnya.

    Salah satu pionir besar dalam integrasi ini adalah Tesla, yang menggunakan kombinasi kamera dan neural network untuk memungkinkan fitur Autopilot dan Full Self-Driving (FSD). Di Cina, Baidu Apollo sudah mengoperasikan robotaxi secara komersial tanpa pengemudi di beberapa kota. Sementara di AS, Waymo dan Cruise melakukan hal serupa, dengan sistem otonom level tinggi yang mengandalkan robotika real-time.

    Otak di Atas Empat Roda

    Dalam kendaraan otonom, robotika bukan hanya alat bantu—ia adalah sistem kendali utama. Sistem perception (melihat dan memahami kondisi sekitar), localization (memahami posisi kendaraan), path planning (menentukan rute terbaik), dan control (mengatur kecepatan dan arah), semuanya dijalankan oleh mesin berpikir internal.

    Teknologi ini membuat EV tidak hanya menjadi “smart car”, tetapi sebuah robot beroda yang berpikir mandiri. Bahkan kemampuan mobil untuk mengenali wajah, merespons suara, dan menyarankan tempat parkir terbaik—semuanya adalah hasil kerja integrasi robotika secara menyeluruh.


    Hyundai IONIQ 5 Robotaxi

    Hyundai melalui kerja sama dengan Motional telah meluncurkan IONIQ 5 Robotaxi, kendaraan EV otonom yang sepenuhnya dikendalikan oleh sistem robotika tingkat lanjut. Dengan lebih dari 30 sensor (termasuk lidar, radar, dan kamera) dan pemrosesan data berbasis AI, kendaraan ini mampu mengemudi sendiri dengan presisi tinggi, bahkan dalam kondisi lalu lintas kompleks di perkotaan.

    Tantangan Menuju Jalanan Otonom

    Meski perkembangan ini mengagumkan, ada pertanyaan besar yang belum terjawab seluruhnya: bagaimana kendaraan ini bertindak saat berada dalam dilema etis? Apakah ia akan memilih menyelamatkan penumpang atau pejalan kaki dalam situasi darurat? Belum lagi isu keamanan siber—karena mobil yang terhubung ke internet berpotensi diretas.

    Dari sisi regulasi, banyak negara belum sepenuhnya siap. Sistem hukum dan standar teknis untuk kendaraan otonom masih dalam tahap formulasi. Oleh karena itu, kolaborasi antara insinyur, pembuat kebijakan, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan etis dan teknis tersebut.

    Mobil Sebagai Entitas Cerdas

    Integrasi antara robotika dan EV bukan hanya mengubah cara kita mengemudi—ia mengubah hubungan kita dengan mobil itu sendiri. Dari alat transportasi menjadi partner mobilitas, dari mesin pasif menjadi entitas cerdas yang bisa merespons, belajar, dan berevolusi.

    Dan jika tren ini terus berkembang, maka dalam satu dekade ke depan, istilah “mengendarai mobil” mungkin akan digantikan dengan “duduk dalam robot cerdas yang tahu ke mana kita ingin pergi”.


    Referensi Ilmiah
    1. Shladover, S. E. (2018). Connected and automated vehicle systems: Introduction and overview. Journal of Intelligent Transportation Systems.
    2. Badue, C., Guidolini, R., Carneiro, R. V., Azevedo, P., Cardoso, V. B., Forechi, A., … & Menegatti, R. (2021). Self-driving cars: A survey. Expert Systems with Applications.
    3. Peng, H., et al. (2021). Robotaxis: Challenges and opportunities. Transportation Research Part C: Emerging Technologies.
    4. Litman, T. (2020). Autonomous vehicle implementation predictions. Victoria Transport Policy Institute.
    5. Kuutti, S., Fallah, S., Katsaros, K., Dianati, M., McCullough, F., & Mouzakitis, A. (2020). A survey of the state-of-the-art localization techniques and their potentials for autonomous vehicle applications. IEEE Internet of Things Journal.
  • Sabet Juara di Ajang Kickboxing Jatim 2025!

    Sabet Juara di Ajang Kickboxing Jatim 2025!

    Surabaya, Januari 2025 — Prestasi membanggakan kembali datang dari mahasiswa Teknik Elektro! Muhammad Haykal Jaljalut, mahasiswa angkatan 2024, berhasil meraih Juara 1 dalam kategori Creative Form Open Hand pada Kejuaraan Provinsi Kickboxing Jawa Timur 2025 yang diselenggarakan di Mall Olympic Garden, Malang.

    Ajang ini diikuti oleh atlet-atlet berbakat dari berbagai kota di Jawa Timur, menjadikannya kompetisi yang kompetitif dan penuh tantangan. Namun, Haykal membuktikan kemampuannya dengan penampilan penuh teknik, kepercayaan diri, dan kreativitas tinggi yang akhirnya membawanya ke podium tertinggi.

    Semboyan pribadinya, “Don’t Be Shy, I Will Be Shine,” menjadi cerminan semangat pantang menyerah dan tekad yang kuat untuk terus berkembang. Melalui dedikasi dan latihan yang konsisten, Haykal menunjukkan bahwa mahasiswa Teknik Elektro tidak hanya cemerlang di ruang kelas, tetapi juga mampu menorehkan prestasi luar biasa di dunia olahraga.

    Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa Electrizen memiliki potensi untuk bersinar di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik. Semangat berkompetisi yang sehat serta semangat berkarya dari Haykal diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan diri dan tidak ragu mengejar mimpi mereka. Tidak hanya itu Haykal juga pernah menorehkan juara di tahun 2024 dengan beberapa kategori seperti dibawah ini

    Selamat kepada Haykal atas prestasi gemilangnya! Semoga kemenangan ini menjadi awal dari capaian-capaian besar selanjutnya, dan membawa nama Teknik Elektro semakin bersinar di kancah regional maupun nasional! ⚡️🏅

     

  • Kuliah Tamu : Pemeliharaan Pembangkit Listrik

    Kuliah Tamu : Pemeliharaan Pembangkit Listrik

    Surabaya, 29 April 2025. Program Studi Teknik Elektro Telkom University Surabaya kembali menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu sebagai bentuk pengayaan materi akademik sekaligus jembatan antara dunia industri dan dunia pendidikan. Pada kesempatan kali ini, tema yang diangkat adalah “Pemeliharaan Pembangkit Listrik”, dengan menghadirkan narasumber ahli dari industri, Wildan Arief Febrianto, S.T., M.T., yang merupakan perencana dan evaluator pemeliharaan listrik di PT Indonesia Power PLTU Banten 3.

    Kegiatan yang dilaksanakan secara online (meet) ini membahas secara komprehensif proses operasional pembangkit listrik, yang mencakup seluruh tahapan dari produksi energi menggunakan sumber daya tertentu, pengendalian sistem, hingga pemeliharaan serta pengelolaan beban untuk menjaga kinerja pembangkit tetap optimal.

    Narasumber menyampaikan bahwa dalam praktiknya, pengelolaan pembangkit listrik tidak hanya berfokus pada proses produksi energi saja, tetapi juga harus mempertimbangkan pemantauan kondisi peralatan utama seperti generator, boiler, serta sistem kontrol. Ketiga komponen ini merupakan jantung dari pembangkit listrik yang harus dijaga kinerjanya melalui strategi pemeliharaan yang tepat.

    Dalam sesi lanjutan, Narasumber menjelaskan dua pendekatan penting dalam strategi pemeliharaan pembangkit, yaitu preventive maintenance dan corrective maintenance.

    • Preventive maintenance adalah pemeliharaan yang dilakukan secara berkala dan terjadwal untuk mencegah terjadinya kerusakan. Pendekatan ini sangat penting untuk menjaga keandalan sistem dan mencegah downtime yang tidak diinginkan.

    • Sementara itu, corrective maintenance dilakukan sebagai respons terhadap kerusakan yang tidak terduga. Meskipun sifatnya reaktif, pendekatan ini tetap diperlukan untuk memastikan gangguan tidak meluas dan sistem dapat segera kembali beroperasi normal.

    Kedua metode ini menurutnya harus berjalan selaras agar sistem pembangkit dapat berfungsi secara efisien, aman, dan andal.

    Dengan pengalamannya di lapangan, Narasumber membagikan berbagai studi kasus nyata dari PLTU Banten 3 yang memperlihatkan bagaimana manajemen pemeliharaan dilakukan secara strategis untuk memastikan pembangkit tetap beroperasi dalam performa terbaik. Selain itu, mahasiswa juga diajak berdiskusi aktif mengenai tantangan-tantangan yang dihadapi di dunia kerja, serta pentingnya memahami sistem ketenagalistrikan secara praktis.

    Ketua Program Studi Teknik Elektro Telkom University Surabaya Dr. Isa Hafidz. S.T., M.T. menyampaikan bahwa kegiatan kuliah tamu ini merupakan bagian dari komitmen prodi dalam menyelaraskan kurikulum akademik dengan kebutuhan industri. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga mendapatkan wawasan aplikatif dan terkini dari praktisi industri.

    “Dengan menghadirkan narasumber profesional seperti Pak Wildan, kami berharap mahasiswa dapat membangun perspektif yang lebih luas dan siap berkontribusi dalam dunia ketenagalistrikan nasional,” ujar salah satu dosen pengampu mata kuliah.

    Kegiatan ini juga menunjukkan bagaimana Telkom University Surabaya, khususnya Program Studi Teknik Elektro, terus berinovasi dalam memberikan pengalaman belajar terbaik bagi mahasiswanya.

  • E-MEDDIS : Solusi Cepat dan Efisien Untuk Pengambilan Obat

    E-MEDDIS : Solusi Cepat dan Efisien Untuk Pengambilan Obat

    Surabaya, 24 Maret 2025. Telkom University Surabaya kembali menghadirkan inovasi terbaru di bidang teknologi kesehatan dengan memperkenalkan E-Meddis, sebuah dispenser obat otomatis yang dirancang untuk mempercepat pelayanan farmasi di rumah sakit. Inovasi ini diperkenalkan langsung oleh Direktur Telkom University Surabaya, Prof. Dr. Tri Arief Sardjono, S.T., M.T.

    Dispenser obat ini merupakan solusi teknologi terbaru yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), memungkinkan pasien untuk mengambil obat dengan lebih cepat dan efisien. Melalui sistem ini, pasien hanya perlu memasukkan nomor antrean dan data yang telah terdaftar, tanpa harus mengantre lama di loket farmasi rumah sakit.

    “E-Meddis merupakan jawaban atas tantangan yang selama ini dihadapi rumah sakit dalam manajemen antrean farmasi. Dengan sistem otomatis ini, pasien dapat mengambil obat dengan mudah, sementara pihak rumah sakit bisa lebih fokus dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” ujar Prof. Dr. Tri Arief Sardjono.

    Dalam sistem konvensional, pasien sering kali mengalami antrean panjang di bagian farmasi setelah menerima resep dari dokter. Dengan hadirnya E-Meddis, proses ini dapat dipersingkat karena resep dokter akan langsung diterima oleh database farmasi, memungkinkan pasien untuk langsung menuju dispenser dan mengambil obatnya dengan cepat.

    Sistem ini tidak hanya membantu pasien, tetapi juga meningkatkan efisiensi bagi tenaga medis dan apoteker dalam menangani distribusi obat. Dengan intervensi teknologi ini, diharapkan layanan farmasi rumah sakit menjadi lebih modern, cepat, dan akurat.

    Spesifikasi Teknis E-Meddis 

    Dispenser obat otomatis E-Meddis memiliki fitur dan spesifikasi sebagai berikut:

    – Rak: tiga tingkat

    – Repositori: tiga repositori

    – Tingkat error sistem vending machine: 1,74 persen

    – Kapasitas maksimum obat ukuran tablet: 47 tablet

    – Dimensi obat ukuran tablet: Tinggi 14,2 cm, lebar 7,4 cm, tebal 0,9 cm

    – Kapasitas maksimum obat ukuran botol: 9 botol

    – Dimensi obat ukuran botol: Tinggi 8,5 cm, diameter 4,6 cm

    Dengan spesifikasi ini, E-Meddis dapat menyimpan dan mendistribusikan obat dengan aman dan presisi.

    Inovasi E-Meddis menjadi bagian dari transformasi digital di sektor kesehatan yang semakin berkembang. Telkom University Surabaya berharap teknologi ini dapat segera diimplementasikan secara luas di berbagai rumah sakit di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

    Dengan keunggulan dalam kecepatan, akurasi, dan kemudahan akses, E-Meddis diharapkan dapat menjadi solusi modern dalam sistem distribusi obat di rumah sakit, menjadikan antrean farmasi lebih efisien dan pelayanan kesehatan lebih optimal.

    Sumber : infopublik.id

  • Teknik Elektro dan Kendaraan Listrik: Membentuk Masa Depan Mobilitas

    Teknik Elektro dan Kendaraan Listrik: Membentuk Masa Depan Mobilitas

    Perkembangan teknologi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) telah membawa perubahan besar dalam industri otomotif global. Teknik Elektro memainkan peran sentral dalam mendorong inovasi ini, mulai dari pengembangan baterai canggih, sistem penggerak listrik, hingga infrastruktur pengisian daya. Revolusi kendaraan listrik tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi energi, tetapi juga mendukung upaya global untuk mengurangi emisi karbon dan mempercepat transisi menuju mobilitas berkelanjutan.

    Teknik Elektro berkontribusi pada banyak aspek penting dalam kendaraan listrik, seperti desain motor listrik, manajemen energi, kontrol sistem daya, dan pengembangan teknologi pengisian cepat. Menurut penelitian oleh Chan (2007), kemajuan dalam konverter daya, teknologi baterai, dan kontrol motor berbasis mikroprosesor telah mempercepat evolusi kendaraan listrik modern.

    Perkembangan baterai lithium-ion menjadi faktor kunci dalam adopsi kendaraan listrik secara luas. Menurut Tarascon dan Armand (2001), inovasi dalam densitas energi dan siklus hidup baterai sangat penting untuk meningkatkan jarak tempuh dan keandalan EV. Teknik Elektro terus mendorong riset pada baterai solid-state dan teknologi pengisian ultra-cepat untuk mengatasi keterbatasan baterai konvensional.

    Tesla, Inc. menjadi contoh nyata bagaimana penerapan Teknik Elektro mendefinisikan ulang kendaraan listrik. Tesla mengembangkan motor induksi AC dan motor magnet permanen berbasis teknologi inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan performa. Menurut analisis oleh Lippert et al. (2019), kombinasi teknik inverter canggih dan manajemen baterai pintar membuat Tesla mampu menghasilkan kendaraan dengan akselerasi tinggi dan jarak tempuh yang panjang.

    ChargePoint adalah salah satu perusahaan terkemuka yang mengembangkan jaringan pengisian kendaraan listrik. Dengan integrasi sistem elektronik canggih, ChargePoint memungkinkan pengisian daya cepat dan efisien, mendukung pertumbuhan adopsi EV. Menurut studi oleh Hardman et al. (2018), ketersediaan infrastruktur pengisian yang luas dan andal menjadi faktor kunci dalam keputusan konsumen untuk beralih ke kendaraan listrik.

    Meskipun teknologi EV berkembang pesat, tantangan tetap ada, seperti harga baterai yang tinggi, waktu pengisian yang lama, dan keterbatasan jangkauan. Menurut studi oleh Ehsani et al. (2018), penelitian lebih lanjut dalam bidang konversi energi, material baterai baru, dan sistem manajemen energi pintar sangat penting untuk mengatasi hambatan ini dan mempercepat transisi ke era mobilitas listrik.

    Teknik Elektro memainkan peran kunci dalam revolusi kendaraan listrik, mendorong inovasi dari sisi teknologi kendaraan hingga infrastruktur pendukung. Dengan kemajuan berkelanjutan dalam desain motor listrik, baterai, dan sistem pengisian daya, masa depan mobilitas yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan tampak semakin dekat. Studi kasus Tesla dan ChargePoint menunjukkan bahwa investasi di bidang Teknik Elektro dapat membuka jalan menuju perubahan besar dalam dunia transportasi.

    Referensi:

    1. Chan, C. C. (2007). The state of the art of electric, hybrid, and fuel cell vehicles. Proceedings of the IEEE, 95(4), 704-718.
    2. Tarascon, J. M., & Armand, M. (2001). Issues and challenges facing rechargeable lithium batteries. Nature, 414(6861), 359-367.
    3. Lippert, M., Schmid, S., & Petersen, A. (2019). Tesla’s strategy in electric mobility: A critical assessment. International Journal of Automotive Technology and Management, 19(1/2), 61-81.
    4. Hardman, S., Shiu, E., & Steinberger-Wilckens, R. (2018). Comparing high-end and low-end early adopters of battery electric vehicles. Transportation Research Part A: Policy and Practice, 109, 81-92.
    5. Ehsani, M., Gao, Y., Longo, S., & Ebrahimi, K. (2018). Modern electric, hybrid electric, and fuel cell vehicles. CRC Press.
  • Prospek Karir Teknik Elektro: Peluang, Jobdesk, Kisaran Gaji

    Prospek Karir Teknik Elektro: Peluang, Jobdesk, Kisaran Gaji

    Prospek Karir Teknik Elektro: Peluang, Jobdesk, Kisaran Gaji

    Jurusan Teknik Elektro membuka peluang karir yang luas di bidang industri, teknologi, energi, hingga pendidikan. Berikut adalah beberapa profesi potensial yang dapat ditekuni oleh lulusan Teknik Elektro, lengkap dengan deskripsi pekerjaan, tanggung jawab, serta kisaran gajinya.

    Technopreneur

    Technopreneur merupakan profesi bagi lulusan Teknik Elektro yang memilih untuk menjalankan usaha mandiri berbasis teknologi, menciptakan produk atau layanan inovatif. Tugasnya mencakup pengembangan ide bisnis teknologi, analisis pasar, manajemen produk, dan strategi pemasaran. Potensi penghasilan sangat bervariasi, tergantung skala bisnis yang dikembangkan.

    Electronics Engineer

    Electronics Engineer bertugas merancang, mengembangkan, dan menguji berbagai perangkat elektronik seperti mikrokontroler, perangkat komunikasi, dan peralatan elektronik konsumen. Tugas meliputi desain rangkaian elektronik, prototipe perangkat, pengujian performa, serta pemeliharaan perangkat elektronik. Kisaran gaji profesi ini sekitar Rp 7-15 juta per bulan.

    Automation-PLC Engineer

    Automation-PLC Engineer bertanggung jawab dalam perancangan, instalasi, pemrograman, dan pemeliharaan sistem otomasi industri berbasis Programmable Logic Controller (PLC). Tugasnya mencakup pengembangan sistem kontrol otomatis, troubleshooting PLC, pemeliharaan rutin, serta integrasi sistem otomasi. Kisaran gaji posisi ini adalah Rp 8-17 juta per bulan.

    Power System Engineer

    Power System Engineer berperan dalam perancangan, analisis, dan pemeliharaan sistem tenaga listrik. Tugas sehari-hari meliputi analisis kestabilan sistem, perencanaan jaringan distribusi listrik, monitoring operasional pembangkit listrik, serta evaluasi kinerja sistem kelistrikan. Kisaran gaji profesi ini sekitar Rp 8-18 juta per bulan.

    Teacher and Researcher

    Sebagai pengajar dan peneliti di bidang Teknik Elektro, profesi ini bertugas mengajar, membimbing mahasiswa, melakukan riset, serta publikasi ilmiah. Mereka berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian inovatif. Kisaran gaji umumnya antara Rp 5-15 juta per bulan, tergantung institusi pendidikan dan pengalaman.

    Cost and Budget Engineer

    Cost and Budget Engineer bertanggung jawab atas estimasi biaya proyek, pembuatan anggaran, dan monitoring pengeluaran dalam proyek teknik elektro. Tugasnya meliputi analisis biaya proyek, pengawasan anggaran proyek, serta evaluasi efisiensi keuangan proyek teknik. Kisaran gaji profesi ini adalah Rp 7-14 juta per bulan.

    Quality Control Engineer

    Quality Control Engineer memastikan kualitas produk atau sistem teknik elektro sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Tugasnya mencakup pengujian produk, inspeksi rutin, dokumentasi laporan kualitas, serta pengembangan prosedur kontrol kualitas. Kisaran gaji profesi ini berkisar Rp 7-13 juta per bulan.

    Procurement Engineer

    Procurement Engineer bertanggung jawab dalam proses pengadaan komponen, bahan, atau alat yang diperlukan dalam proyek teknik elektro. Tugasnya mencakup analisis kebutuhan proyek, negosiasi dengan vendor, evaluasi supplier, dan pengelolaan logistik. Kisaran gaji posisi ini sekitar Rp 7-14 juta per bulan.

    Electric Vehicle Engineer

    Electric Vehicle Engineer bekerja di bidang pengembangan teknologi kendaraan listrik, mencakup desain sistem tenaga listrik kendaraan, pengembangan baterai, kontrol motor listrik, serta sistem pengisian daya. Tugasnya juga mencakup pengujian prototipe, analisis performa, dan perbaikan sistem kendaraan listrik. Kisaran gaji profesi ini sekitar Rp 9-20 juta per bulan.

    Project Manager

    Sebagai Project Manager di bidang Teknik Elektro, lulusan bertanggung jawab mengelola proyek dari perencanaan hingga implementasi. Tugasnya mencakup perencanaan proyek, koordinasi tim proyek, pengawasan progres, serta memastikan proyek selesai tepat waktu dan sesuai anggaran. Kisaran gaji untuk profesi ini sekitar Rp 10-25 juta per bulan.

    Dengan berbagai pilihan karir ini, lulusan Teknik Elektro memiliki potensi besar untuk berkembang dan sukses di era industri dan teknologi yang terus maju.

  • Buka Bersama Elektro 2025

    Buka Bersama Elektro 2025

     Surabaya, 14 Maret 2025. Kegiatan Bagi-Bagi Takjil dan Buka Bersama di bulan Ramadhan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Elektro merupakan acara tahunan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh civitas akademika. Acara ini tidak hanya menjadi momen untuk berbuka puasa bersama, tetapi juga sebagai wadah mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa dan dosen , serta indahnya berbagi dalam bulan yang penuh berkah. Diisi dengan rangkaian kegiatan seperti games dan sesi kesan dan pesan , acara buka bersama ini dirancang untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan sosial di lingkungan Teknik Elektro.

    Selain sebagai ajang mempererat hubungan kekeluargaan, acara ini juga menjadi kesempatan untuk saling berbagi cerita, pengalaman, dan inspirasi, baik dalam konteks akademik maupun kehidupan sehari-hari. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menjadi ciri khas dalam setiap pelaksanaan Buka Bersama, menciptakan hubungan yang lebih akrab dan harmonis antar seluruh peserta. Melalui acara ini, diharapkan nilai-nilai keagamaan, kekeluargaan, serta rasa solidaritas di lingkungan Teknik Elektro semakin kuat, menciptakan atmosfer yang positif dan harmonis baik di dalam maupun di luar kampus. Selain itu, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Ramadhan tidak hanya tentang memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta, tetapi juga mempererat ikatan antar sesama manusia dalam semangat kebersamaan.

     

  • Kendaraan Listrik Modular Inovasi Tel-U Surabaya, Dukung UMKM Kampoeng Oase Songo

    Kendaraan Listrik Modular Inovasi Tel-U Surabaya, Dukung UMKM Kampoeng Oase Songo

    Surabaya, 27 November 2024.  Demi mendukung keberlanjutan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kampoeng Oase Songo Surabaya, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Telkom (Tel-U) Surabaya merancang kendaraan modular ramah lingkungan berbahan bakar listrik. Tim PKM Tel-U Surabaya, yang beranggotakan tiga dosen dan 13 mahasiswa, menciptakan kendaraan modular multifungsi dengan tenaga listrik yang ramah lingkungan.

    Ketua Tim PKM Susijanto Tri Rasmana menjelaskan bahwa program itu didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.

    Becak listrik ini didesain sesuai kebutuhan warga Kampoeng Oase. Dengan bentuk modular, kendaraan ini dapat digunakan untuk mengangkut penumpang, barang, maupun untuk berjualan,” ungkap Susijanto. Ia menambahkan bahwa becak listrik itu menggunakan tenaga listrik. Sehingga ramah lingkungan dan lebih hemat biaya dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.

    Rifki Dwi Putranto, anggota tim pengembang, menambahkan bahwa pembuatan kendaraan itu memakan waktu empat bulan dan memiliki tiga mode operasi: speed, normal, dan hemat daya (Eco). Dengan daya tempuh 30-38 km, kendaraan itu dapat diisi ulang dalam waktu lima jam menggunakan daya listrik rumah tangga biasa.

    Becak listrik itu mampu menampung beban hingga 200 kg, cukup untuk dua penumpang atau berbagai barang dagangan. Rifki Dwi Putranto selaku Pembina berharap kendaraan itu tidak hanya diterima, tetapi juga digunakan secara aktif untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik di kalangan UMKM.

    Dengan adanya kendaraan itu, wisatawan dapat menikmati eduwisata yang ditawarkan kampung, termasuk produk lokal seperti kopi dan jamu khas Oase.

    Ketua Kampoeng Oase Songo Yaning Mustika Ningrum menyambut baik inovasi itu. Terutama untuk mengangkut barang. Dia memastikan bahwa becak listrik akan dimanfaatkan dengan optimal oleh warga kampung. “Kami memastikan bahwa kampoeng oase yang lain, ondomohen dan tembok gede juga turut merasakan becak listrik ini,” ujarnya.
     
    Inovasi kendaraan listrik modular dari Universitas Telkom Surabaya membawa angin segar bagi Kampoeng Oase Songo. Tidak hanya membantu operasional UMKM, kendaraan itu juga menjadi simbol komitmen kampung dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan perekonomian lokal. Ke depan, diharapkan kendaraan itu semakin memperkuat identitas Kampoeng Oase sebagai pelopor kampung ramah lingkungan di Surabaya.
     
    Sumber : harian.disway.id

     

  • Hibah Pengembangan Robot Medis Logistik

    Hibah Pengembangan Robot Medis Logistik

    Surabaya, 06 Maret 2025 UKM Robotika @robotika.tus kembali hadirkan inovasi teknologi di dunia kesehatan dengan mengembangkan robot medis dalam membantu pelayanan nakes di RSUD Dr. Soewandhie. “Robot Medis” ini dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan rumah sakit, khususnya bagi pasien dengan risiko tinggi penularan penyakit😷🦠

    Dengan teknologi ini, tenaga medis seperti dokter dan perawat tidak perlu masuk langsung ke ruangan pasien, melainkan dapat mengendalikan robot untuk mengantarkan kebutuhan pasien dengan lebih aman dan efisien❤️👍

    Pengembangan Robot Medis, membutuhkan waktu lima bulan, di mana proyek ini berawal dari inovasi sebelumnya, robot distribusi makanan bagi pasien COVID-19 yang telah dikirimkan ke RSUD Dr. Soewandhie saat pandemi melanda. Kini, robot tersebut mengalami perbaikan dan penyempurnaan oleh mahasiswa agar dapat berfungsi lebih optimal sebagai robot medis yang mendukung distribusi obat serta pelayanan pasien di rumah sakit.

  • Wide Bandgap Semiconductors: Masa Depan Efisiensi Energi dalam Teknik Elektro

    Wide Bandgap Semiconductors: Masa Depan Efisiensi Energi dalam Teknik Elektro

    Dalam dunia teknik elektro, efisiensi energi bukan lagi sekadar tujuan tambahan—ia telah menjadi fondasi dari inovasi. Di tengah kebutuhan global akan sistem kelistrikan yang lebih cepat, lebih kecil, dan lebih hemat energi, hadir satu revolusi senyap namun signifikan: Wide Bandgap Semiconductors (WBG).

    Material semikonduktor konvensional seperti silikon (Si) telah lama menjadi tulang punggung elektronika daya. Namun, dengan tuntutan aplikasi modern seperti kendaraan listrik, sistem grid pintar, dan pembangkit energi terbarukan, batas fisik silikon mulai menghambat. Di sinilah Wide Bandgap Semiconductors seperti Silicon Carbide (SiC) dan Gallium Nitride (GaN) tampil sebagai solusi masa depan.

    Secara teknis, bandgap adalah energi minimum yang diperlukan untuk memindahkan elektron dari pita valensi ke pita konduksi dalam semikonduktor. Semakin lebar bandgap-nya, semakin besar kemampuan material untuk bertahan di tegangan tinggi, suhu ekstrem, dan frekuensi tinggi. SiC memiliki bandgap sekitar 3.3 eV dan GaN sekitar 3.4 eV, jauh lebih besar dibandingkan silikon yang hanya 1.1 eV .

    Kemampuan ini membuka banyak keunggulan teknis:

    • Efisiensi switching lebih tinggi: perangkat dapat beroperasi lebih cepat dan dengan kehilangan daya lebih rendah.
    • Tahan terhadap suhu tinggi: WBG bisa bekerja di atas 200°C, cocok untuk sistem kendaraan listrik atau lingkungan ekstrem.
    • Desain perangkat lebih kecil: berkurangnya kebutuhan pendinginan memungkinkan sistem menjadi lebih ringkas.

    Studi oleh U.S. Department of Energy melalui PowerAmerica mencatat bahwa inverter berbasis SiC meningkatkan efisiensi sistem penggerak kendaraan listrik hingga 98%, dan mengurangi ukuran komponen sebesar 50% . Sementara itu, GaN telah diadopsi luas untuk pengisi daya cepat, radar frekuensi tinggi, dan sistem satelit karena kemampuannya bekerja di MHz hingga GHz.

    Salah satu studi kasus paling menarik adalah integrasi WBG dalam sistem transportasi. Misalnya, Tesla menggunakan MOSFET berbasis SiC dalam inverter Model 3, menggantikan komponen berbasis silikon untuk meningkatkan efisiensi dan jarak tempuh. Sementara perusahaan seperti Transphorm dan Navitas memproduksi GaN untuk adaptor daya berukuran mungil namun berdaya tinggi .

    Dalam ranah industri berat, WBG juga merevolusi smart grid dan pembangkit tenaga. Sistem HVDC (High Voltage Direct Current) kini mulai mengadopsi SiC untuk meningkatkan efisiensi transmisi jarak jauh. Bahkan pada pembangkit tenaga surya dan angin, WBG memungkinkan konversi daya yang lebih cepat dan responsif terhadap variabilitas sumber energi terbarukan .

    Namun, teknologi ini tidak tanpa tantangan. Biaya produksi wafer WBG masih tinggi dibanding silikon. Kompleksitas dalam manufaktur dan keterbatasan rantai pasok global juga menjadi penghambat adopsi massal. Namun, laporan dari Yole Développement (2023) menunjukkan bahwa biaya produksi SiC dan GaN menurun drastis dalam lima tahun terakhir seiring meningkatnya volume produksi .

    Melihat tren ini, akademisi dan praktisi teknik elektro tidak bisa mengabaikan WBG sebagai materi masa depan. Kurikulum teknik elektro pun kini mulai memasukkan topik desain perangkat berbasis SiC dan GaN. Sebab, inilah masa depan—bukan hanya dalam kata, tapi dalam kebutuhan konkret sistem energi global yang lebih cepat, lebih bersih, dan lebih cerdas.


    Referensi Ilmiah
    1. IEEE Spectrum. (2020). Why Wide Bandgap Semiconductors Are Critical to the Future of Power Electronics.
    2. U.S. Department of Energy, PowerAmerica. (2021). Wide Bandgap Power Electronics: Technology Roadmap and Market Forecast.
    3. Nature Electronics. (2022). Gallium Nitride for Power Electronics: Opportunities and Challenges.
    4. Renewable Energy Journal. (2023). SiC Inverters for Renewable Integration: A Comparative Study.
    5. Yole Développement. (2023). SiC and GaN Market & Technology Report.
Secret Link